Efek Genangan Air Terhadap Rem



Karyabakti News:

Pada musim hujan tentu banyak jalan yang tergenang air, yang dapat berefek secara langsung ataupun tidak langsung pada sistem rem. Posisi rem yang berada di bagian sisi dalam roda dengan ketinggian kurang lebih ½ sampai ¾ ketinggian roda, akan lebih rawan terendam oleh genangan air. Saat roda sudah terendam ¾ bagian, dipastikan perangkat rem yaitu kampas rem, caliper dan rotor disc / tromol rem juga akan terendam oleh air. Kondisi seperti ini dapat mengganggu kinerja pengereman karena kemampuan cengkraman kampas rem dapat menurun setelah terendam.





Untuk konstruksi sistem rem memang sudah dilengkapi dengan karet dan seal pelindung agar air tidak mudah masuk ke dalam caliper dan ke dalam saluran minyak rem. Sehingga saat dikendarai ketika hujan, rem tetap berfungsi dengan baik. Namun terdapat perbedaan kondisi saat melintas pada air yang menggenang atau bahkan banjir yang terus menerus merendam komponen rem. Pada kondisi tersebut dapat mengakibatkan terganggunya kinerja sistem rem yang diakibatkan efek dari genangan air dan banjir yang dapat mempengaruhi baik jangka pendek ataupun jangka panjang.

Efek jangka pendek yaitu sesaat setelah melewati genangan air maka rem akan terasa blong sesaat, terutama pada rem yang masih menggunakan tromol karena kampas rem basah dan pada kondisi tromol masih basah maka cengkramannya berkurang sehingga sesaat setelah melewati genangan, rem akan dirasakan kurang pakem. Untuk mengatasi masalah ini, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pengendara antara lain adalah injak pedal rem setengah dari posisi full dengan kondisi mobil yang tetap berjalan setelah melewati genangan air dengan tujuan agar kampas rem, rotor disc dan tromolnya cepat kering. Sehingga saat menggunakan rem berikutnya sudah normal dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.





Efek jangka panjangnya yang dapat ditimbulkan adalah rem macet dan lengket, dimana kampas rem menempel secara terus menerus pada rotor disc dan tromol sehingga putaran roda tertahan. Hal ini disebabkan karena piston yang ada di caliper selalu menekan kampas rem dan tidak mau kembali ke posisi semula, sehingga posisi pengereman seolah-olah pedal rem ditekan terus. Disisi lain, velg yang posisi remnya macet akan cepat panas karena gesekan yang terus menerus saat jalan pada kampas rem dan rotor disc atau tromolnya. Untuk gejala awal rem yang macet biasanya saat kendaraan berjalan akan mengeluarkan bunyi. Untuk antisipasi agar tidak sampai terkunci rodanya, segeralah dibawa ke bengkel untuk perbaikannya.


Pengguna HP bisa Langsung tersambung


081398500199

 whatsapp 1

Komentar